Dexlite, Bahan Bakar Ramah Lingkungan 

Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) kembali mengadakan pameran otomotif terbesar se-Asia di Ice BSD dengan mengusung konsep future. Acara yang berlangsung dari Tanggal 11 hingga 21 Agustus 2016 tersebut diikuti oleh puluhan perusahaan besar serta ternama.

Tak dapat di pungkiri saat ini hampir diseluruh wilayah negara kita yang namanya kemacetan sudah menjadi makanan sehari-hari dan banyak orang merasa bila buangan gas dari mesin diesel lebih berbahaya dari buangan gas mobil berbahan bakar lainnya. Seharusnya peningkatan populasi kendaraan bermesin diesel ini didukung dengan teknologi common rail bahan bakar  bersih dan memiliki angka cetana lebih tinggi. Maka berdasarkan data di atas, Pertamina mengeluarkan kebijakan pemberlakuan bahan bakar ramah lingkungan Dexlite.

Dan pada hari kamis tanggal 18 Agustus kemarin saya diberi kesempatan untuk ikut serta dalam acara #DieselTalk berupa dialog interaktif antar komunitas otomotif dan PT. Pertamina Indonesia.
Dialog tersebut membahas tentang Bahan Bakar Mesin Diesel yang bernama Dexlite. Konon para pengguna Dexlite akan merasakan hal yang sama seperti pada Petralite, namun Dexlite berada di antara kandungan Solar subsidi dan Pertamina Dex. Dialog tersebut di buka dengan pemaparan tentang Deklite oleh Ibu Anin selaku Public Relation officer ritel marketing serta Bapak Trius, peneliti bahan bakar dari ITB.

Dalam kesempatan ini Ibu Anin menjelas tentang perbedaan Dexlite dengan Bio Solar:
Dexlite memiliki Cetan  (CN) sebesar 51, sementara itu Solar memiliki kandungan CN sebesar 48 sedang untuk Pertamina Dex memiliki CN sebesar 53. Kandungan sulfur pada Dexlite berada diantara Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar atau biosolar dan Pertamina dex.

Biosolar kandungan sulfurnya berada di 3.000-3.500, sementara Dex berada di 300 ppm, dan dexlite 1000-1.200 ppm. Jadi bila dilihat dari segi emisi, lebih baik ketimbang solar. Dalam berakselerasi, Dexlite membuat mesin menjadi bertenaga, dan jauh lebih efisien, bila di bandingkan dengan solar.
Kandungan fatty acid methyl eter atau FAME pada solar mencapai 20% sehingga membuat solar kurang bertenaga, beda halnya dengan Dexlite, meski mengandung FAME akan tetapi tambahan zat aditifnya mampu menghilangkan dampak negatif FAME.

Zat Aditif yang dimasukan tersebut akan menghilangkan sifat mudah membeku FAME dan menaikkan angka cetane (CN). Angka CN pada solar sama seperti BBM jenis Premium yaitu oktan (RON), semakin tinggi cetane maka kualitas dari solar menjadi lebih baik, karena makin mudah terbakar membuat akselerasi mesin diesel menjadi lebih baik dan juga emisi menjadi sedikit.
Disparitas perbedaan harga yang cukup tinggi antara Solar bersubsidi yang berkisar Rp 5.150/liternya dengan Pertamina Dex berkisar Rp 8.100/liternya memicu pemikiran Pertamina untuk mengadakan produk ANTARA agar konsumen bisa lebih banyak pilihannya. Hal ini hampir sama seperti saat PT tersebut  mengeluarkan kebijakan produk Pertalite jenis di atas premium dan di bawah harga Pertamax.

Ibu Ain juga banyak menggambarkan Pengguna Dex (Diesel Environtment Extra)  sebagai :

– Adventurer yang tangguh  dan gemar berpetualang baik dari sisi usia maupun profesi.Sementara Bapak Trius (Tri) Selaku Peneliti Bahan Bakar dari ITB menjelaskan kelebihan dan kelemahan dari penggunaan bahan bakar saat ini yang digunakan masyarakat kita. Pertamina DEX (singkatan dari “Diesel Environment Extra”) adalah salah satu jenis BBM produksi PERTAMINA yang dipergunakan untuk kendaraaan bermotor dengan mesin diesel modern. PERTAMINA DEX memiliki kelebihan dibandingkan dengan bahan bakar untuk mesin diesel lainnya, diantaranya :

– Memilik angka performa tinggi dengan Cetane Number Minimal 53 (paling tinggi dikelasnya).

– Memiliki Kandungan Sulfur Paling Rendah di Indonesia (max. 300 ppm) yang berfungsi untuk menghindari penyumbatan injektor dan menghasilkan emisi gas buang lebih ramah lingkungan.

– Memiliki Additive yang berfungsi untuk membersihkan dan juga melindungi mesin kendaraan.

Dengan tagline “Diesel Hemat Bertenaga” Dexlite hadir sebagai produk bahan bakar diesel berkualitas dengan harga terjangkau.

Bila diperhatikan secara saksama, Pertamax dan Pertamax Plus, BBM untuk mesin diesel Pertamina DEX juga termasuk BBM Non Subsidi. Harga Pertamina DEX selalu berubah secara periodik mengikuti harga minyak dunia yang berlaku pada saat itu. Namun jangan khawatir kini Pertamina DEX sudah lebih mudah ditemui, karena sudah tersedia  di SPBU di seluruh Indonesia.

Jadi buat pengguna kendaraan berbahan bakar diesel gak perlu khawatir lagi nih.

One comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.