Cegah Filariasis Dengan Sukseskan BELKAGA

Selama ini saya hanya tahu bahwa penyakit yang disebabkan oleh nyamuk itu adalah demam berdarah, ternyata ada penyakit lain yang lebih menyeramkan, yaitu penyakit kaki gajah atau filariasis.

Penyakit ini disebut dengan kaki gajah karena rata-rata penderita akan mengalami pembengkakan, umumnya sih di kaki, tapi pembengkakan bisa saja terjadi di anggota tubuh lain bahkan ada yang di payudara dan skrotum.

Dampaknya sangat mengerikan. Baik secara psikis maupun fisik, yaitu cacat permanen. Ada beberapa tempat di Indonesia menganggap penyakit kaki gajah sebagai penyakit kutukan. Penderita akan dikucilkan, bahkan diusir daru kampungnya. Padahal yang menimbulkan penyakit itu bukan mereka, tapi nyamuklah sang vektor utama.

Pada saat Temu Blogger Kesehatan Kemenkes, Senin 24 September 2018 yang dilaksanakan di Ruang Naranta Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes RI Jl. HR Rasuna Said, Blok X5 Kav 4-9 Kuningan, Jakarta Selatan, saya mendapat pengetahuan lebih jauh tentang filariasis ini. Temu Blogger ini menghadirkan dua pembicara, yaitu Dr. Elizabeth Jane Soepardi, MPH, Dsc dan Prof. Dr. Dra Taniawati Supali.

Filariasis merupakan penyakit menular menahun yang disebabkan oleh cacing filaria yang ditularkan oleh nyamuk.

Siklusnya adalah, pertama nyamuk menghisap darah dari orang yang cacing filaria di dalam darahnya. Lalu nyamuk tersebut menghisap darah orang yang sehat. Karena sebelumnya nyamuk tersebut udah mengisap darah orang yang ada cacing filaria dalam darahnya, maka secara otomatis orang dia gigit akan tertular.

Dr.Elizabeth Jane Soepandi MPH, D.Sc selaku direktur P2PTVZ mengatakan, “Untuk terhindar dari kaki gajah hanya 1 jangan digigit nyamuk.”

Dr. Elizabeth juga menjelaskan bila kontak fisik dengan penderita Filariasis seperti salaman, berpelukan dan kontak fisik lainnya tidak akan menyebabkan tertular. Jadi jangan dikucilkan mereka tapi bantu mereka untuk sembuh.

Tahapan Penyakit Filariasis

Sama dengan penyakit berat lainnya, penyakit kaki gajah juga dibagi berdasarkan tingkat keparahan yang dialami oleh penderitanya. Stadium satu yang paling ringan hingga stasium tujuh atau stasium paling parah.

Jika masih berada di stadium satu atau dua, masih bisa diobati. Gejala awal biasanya adalah demam disertai benjolan di sekitar selakangan, orang Jawa menyebutnya dengan istilah sekelan.

Yang saya tahu sekelan biasanya terjadi karena ada luka atau infeksi di sekitar kaki. Kalau lukanya di kaki sekelan akan ada di pangkal paha. Begitu juga kalau lukanya ada di sekitar tangan, maka sekelan ada di daerah ketiak.

Nah, bila terjadi sekelan tapi tidak ada luka, maka perlu diwaspadai dan segera diperiksa ke dokter, karena khawatir itu gejala terkena penyakit kaki gajah.

Rentang waktu yang dibutuhkan oleh penyakit ini setelah di gigit nyamuk cukup lama, yaitu antara 5-8 tahun, maka tidak heran bila penderitanya tidak menyadari bila dirinya terkena penyakit kaki gajah. Oleh karena itu minum obat anti filariasis satu tahun sekali selama lima tahun merupakan sebuah solusinya agar kita yang masih sehat tidak terkena penyakit ini.

Gak kebayang dan rasanya sulit dibayangkan kalau penyakit kaki gajah ini menyerang anak-anak. Mereka akan kesulitan untuk bergerak, dia tidak akan bisa tumbuh seperti anak sebayanya.

Begitupun bila menimpa orang dewasa, mereka akan kesulitan untuk bergerak dan bekerja. Hidupnya hanya akan menjadi beban orang disekitarnya.

Solusi dan Pencegahan

Sebagai solusi dan pencegahan pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menyiapkan obat anti filariasis. Obat ini disediakan secara cuma-cuma oleh pemerintah dan harus diminum di depan petugas, agar memastikan bahwa obat bener-bener diminum. Gerakan ini dilakukan secara serentak di Indonesia pada bulan Oktober. Terutama di daerah endemis. Daerah endemis di Indonesia salah satunya ada di Pekalongan, Jawa Tengah.

Gerakan ini di sebut dengan Bulan Eliminasi Penyakit Kaki Gajah (BELKAGA) dan kegiatan tersebut pada tahun ini udah memasuki tahun ke empat. Pemerintah melalui Kemenkes mencanangkan Indonesia bebas filariasis pada tahun 2025. Yuk berantas Filariasis dengan mensukseskan BELKAGA.

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.