DJKA Melakukan Ujicoba Penutupan 19 Perlintasan Sebidang Di Jabotabek 

​Berdasarkan surat edaran Nomor: 24/SP/VIII/DJKA/2016 tanggal 29 Agustus 2016, Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan bekerjasama dengan Pemprov DKI serta Polda Metro Jaya berencana melakukan ujicoba penutupan Perlintasan Jalan LetJen. Soeprapto. Penutupan ini akan dilakukan selama satu bulan dari tanggal 1 hingga 31 Oktober 2016. Sedangkan sosialisasi akan dilakukan pada tanggal 1 sampai 30 September 2016 ini.

Rencana penutupan perlintasan sebidang ini sebagai tindak lanjut dari Surat Menteri Perhubungan kepada Gubernur Provinsi DKI tentang Penanganan Perlintasan Tidak Sebidang di wilayah Pemprov DKI.

Adapun 19 perlintasan sebidang yang telah dilengkapi dengan flyover ataupun underpass yang diusulkan oleh Kemenhub melalui Ditjen Perkeretaapian tersebut adalah:

1. Lintas  Duri-Tangerang meliputi:

  • Rawa Buaya 1 (JPL No.14 di KM 8+17)
  • Rawa Buaya 2 (JPL No. 14 di KM 8+17)

2. Jalur Lingkar Jakarta 

  • Jl. Bandengan Utara 
  • Jl. Bandengan Selatan
  • Jl. Tubagus Angke
  • KH. Hashim Ashari
  • Pramuka 1
  • Pramuka 2
  • Jl. Letjen Soeprapto 
  • Jl. Kramat Bunder
  • Jl. Angkasa

3. Lintas Tanah Abang-Serpong

  • Pejompongan 1
  • Pejompongan 2

4. Lintas Manggarai -Bekasi

  • Pondok Kopi Penggilingan Perlintasan Sebidang 

5. Lintas Manggarai-Bogor 

  • Jl. Lapangan Roos 1
  • Jl. Lapangan Roos 2
  • Kalibata Jl. Makam Pahlawan 
  • Jl. Pasar Minggu 
  • Jl. Tb Simatupang 

Sedangkan untuk rute alternatif telah dipersiapkan sebagai berikut:
1. Untuk yang datang dari arah Utara bisa melewati Jl. Gunung Sahari- Gunung Sahari II- Kepu Selatan-Bungur Besar-Jl. Soeprapto.

2. Dari arah Selatan melalui Jl. Kramat Raya-Kwitang ( U-turn)-Prapatan-Under Pass Soeprapto.

3. Dari arah Timur bisa melalui Jl. Soeprapto-Utan Panjang Barat-Kemayoran Gempol-Jl. Angkasa-Gunung Sahari-Flyover Senen-Kramat Raya-Salemba Raya.

4. Sedangkan dari arah Barat bisa melewati Jl. Dr. Soetomo-Gunung Sahari Raya-Gunung Sahari II -Kepu Selatan-Bungur Besar-Soeprapto.

Pada press conference yang dilakukan di Gedung Karsa, Ruang Rapat Majapahit pada hari selasa tanggal 30 Agustus 2016 kemarin, Ditjen Perkeretaapian Prasetyo Boeditjahjono menjelaskan bila penutupan perlintasan ini dilakukan untuk meningkatkan keselamatan, ketertiban, serta kelancaran perjalanan kereta api juga masyarakat pengguna jalan pada perlintasan antara jalur kereta api dengan jalan wilayah Pemprov DKI.
Hal ini di landasi oleh Undang Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang perkeretaapian pasal 91 ayat 1 yang mengamanatkan 

“Bahwa perlintasan jalur kereta api dengan jalan harus dibuat tidak sebidang, namun masih dimungkinkan dibuat sebidang dan bersifat sementara dengan pertimbangan letak geografis, tidak membahayakan dan mengganggu kelancaran operasi KA dan lalu lintas jalan, serta pada jalur tunggal dengan frekuensi dan kecepatan kereta api rendah.”

Ditjen Perkeretaapian juga berharap masyarakat ikut mensosialisasikan penutupan perlintasan sebidang ini agar perjalanan kereta api semakin lancar serta angka kecelakaan bisa di kurangi.

Semoga dengan penutupan perlintasan sebidang ini perjalanan kereta api semakin lancar serta jalan di sekitarnya pun tak mengalami perubahan yang signifikan yang akan mengakibatkan kemacetan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.