Hatten Wines, Angur Lokal Bercita Rasa Internasional.

Tak dapat dipungkiri ​Indonesia merupakan salah satu negara yang sangat kaya dengan berbagai macam tanaman buah tropis, namun sayang masih banyak masyarakatnya yang lebih suka memilih buah impor dari pada lokal.

Berbicara tentang buah, ternyata Indonesia memiliki perkebunan anggur terbaik di Asia. Tidak begitu terkenal namun hasil perkebunan tersebut telah mampu menghasilkan produk wine yang terkenal dengan nama brand Hatten Wines. 

Dan untuk lebih mengenal produk wine dalam negri, Bianco Sapori D’Italia, restoran bergaya western milik Atria Residence Gading Serpong kembali mengadakan Wine & Talas pada 15 Mei 2017 yang lalu. Seperti testing wine sebelumnya, acara yang dihadiri oleh Anton Susanto selaku General Manager, Arie Rachmat Hidayat – Food & Beverage Manager, tamu undangan serta media tersebut mengajak para tamunya untuk mencicipi aneka wine yang sengaja disajikan. Dan kali ini Atria menghadirkan Hatten Wines, produsen anggur lokal yang memiliki cita rasa internasional.

Hatten Wines sendiri merupakan salah satu produsen anggur atau wine yang berpusat di Bali. Hatten Wines pertama kali didirikan pada tahun 1994 oleh Ida Bagus Rai Budarsa yang biasa dipanggil Bapak Gus Rai.

Produk pertama Hatten Wines adalah Rosé Wine dan menjadi andalannya hingga saat ini. Hatten Wines memiliki cita rasa sempurna bagi penikmatnya. Wine dingin yang memang cocok dengan cuaca di Bali. Tujuan utama perusahaan ini adalah untuk menghasilkan wine berkualitas yang cocok dengan iklim tropis dan makanan pedas khas Indonesia.

Pada tahun 2001, Hatten Wines meluncurkan produk white wine, white sparkling, medium red wine serta wine yang diproses dengan metode Ineau des Charentes. Hingga saat ini Bapak Rai Budiarsa sendiri telah menjadi pelopor pembuat wine di Asia dengan memproduksi Hatten Wines dan Two Islands, beliau adalah salah satu juri kehormatan dalam Wine for Asia tahun 2011.

Hatten Wines merupakan produsen wine pertama dan satu-satunya yang menawarkan wine dengan cita rasa khas Bali. Saat ini produk Hatten Wines termasuk dalam 10 besar produsen dengan pencapaian tercepat di Asia. Hal ini semakin membuat Hatten Wines terus mengembangkan diri untuk memproduksi wine dengan kualitas dan rasa yang berstandar internasional. Beberapa produk Hatten Wines antara lain Aga White Wine, Aga Red Wine, Alexandra Wine, Rose Wine, Tunjung Sparkling Wine, Jepun Sparkling Wine dan Pino de Bali.

  • Aga White merupakan wine nikmat yang terbuat dari anggur Belgia yang dikembangkan di perkebunan milik sendiri di Pantai Utara Bali. Fermentasi wine ini dilakukan pada suhu rendah di kilang wine yang ada di Sanur.
  • Aga Red merupakan red wine medium yang terbuat dari anggur lokal Alphonse-Lavallée yang disajikan dengan warna merah ceri yang baik disajikan saat dingin. 
  • Alexandria Wine terbuat dari anggur Belgia yang dibudidayakan sendiri di perkebunan Hatten Wines yang diproses untuk menciptakan rasa dan aroma wine kelas dunia.
  • Rosé Wine, pertama kali diluncurkan pada tahun 1994, dibuat dengan menggunakan anggur lokal Alphonse-Lavallée asal Perancis. Wine ini menampilkan aroma buah tropis dan nuansa bunga yang menjadi favorit pecinta wine.
  • Tunjung Brut Sparkling dibuat dari variasi anggur Probolinggo Biru asli Indonesia yang diolah dengan metode tradisional champenoise yang menonjolkan aroma kulit jeruk dan bunga. Sangat menarik untuk dijadikan teman bersantap dengan aneka Tapas atau appetizer yang ringan.

        Hatten Wines juga mempunyai beberapa varian wine lainnya yang telah berhasil mendapat tempat di hati pecinta wine Indonesia maupun dunia.
        Hennry Sitohang selaku Branch Manager Hatten Wines menjelaskan bila di  Bali sendiri Hatten Wines lebih menyasar pada pengunjung hotel bertaraf internasional dan menjadi favorit wisatawan lokal maupun mancanegara.
        Beberapa penghargaan yang pernah di terima Hatten Wines:

        • Winner of a Silver Medal at the 2012 Wine & Spirits Asia Wine Challenge competition in Singapore.
        • Winner of a Bronze medal at the London International Wine & Spirits Competition in 2003.
        • Winner of a silver medal at the Singapore International Wines for Asia challenge, 2011.
        • Finalist at the Portugal Winemaster’s Challenge Recommendation from the Singapore International Wines for Asia challenge, for the Rosé.

            Untuk masyarakat Indonesia wine memang masih dianggap sebagai minuman dengan tanda kutip, yaitu selain memabukan juga termasuk minuman mahal, padahal kalau dikonsumsi dengan takaran yang benar wine memiliki beberapa manfat yang baik untuk kesehatan, salah satunya adalah melancarkan aliran darah dalam tubuh. Dan sudah sepantasnya bangsa Indonesia bangga dengan produk dalam negri yang tak kalah bagusnya dengan produk luar.

            2 comments

            1. walaupun minuman dengan tanda kutip, tapi informasi nya bagus banget dan web nya jadi tambah keren deh mbak.. artikel nya bagus..

            Leave a Reply

            Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *