Kemkominfo Luncurkan Buku Anak Pada Acara Sarah Sechan Spesial Anugrah Perlindungan Anak KPAI 2016

​Anak-anak adalah penerus bangsa. Tanpa kehadiran dan tawanya dunia akan terasa sepi. Ada yang begitu merindukan kehadirannya namun tak sedikit yang menyianyiakan keberadaannya. 

Kewajiban melindungi dan memeliharanya bukan hanya tugas negara, namun sebuah keharusan bagi seluruh lapisan masyarakat. Beberapa waktu yang lalu saya pernah konsen di dunia perlindungan tersebut dan terkagum-kagum dengan orang-orang yang benar-benar konsisten bergelut dan berjuang di bidang perlindungan tersebut.

Siti Meiningsih, redaktur tim redaksi Kemkominfo di acara Sarah Sechan Spesial Anugrah Perlindungan Anak KPAI 2016

Dan bertepatan dengan Hari Anak Nasional yang jatuh pada tanggal 23 Juli, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memperingatinya dengan memberikan “Anugerah Perlindungan Anak KPAI 2016” dengan tema “Anak Terlindungi Indonesia Gemilang” kepada beberapa tokoh dan lembaga di Indonesia. Tujuan dari pemberian Anugerah tersebut antara lain: 

1. Apresiasi terhadap pegiat Perlindungan Anak. 

2. Untuk memberi stimulasi dan dorongan mainstreaming Perlindungan Anak.

3. Sebagai pengejawantahan tugas KPAI dalam pengawasan dan pemantauan terhadap penyelenggara perlindungan anak yang meliputi 5 pilar penyelenggara PA.

4. Sebagai salah satu ikhtiar mewujudkan pengawasan postif dan implementasi “Goodnews is GOOD News”

Penyerahan Award ini diselenggarakan di Gedung Graha Mitra Net Tv pada hari Rabu, 27 Juli 2016 dan ditayangkan secara live di stasiun Televisi Net TV pada acara “Sarah Sechan Spesial Anugerah Perlindungan Anak 2016”, yang dihadiri oleh beberapa Kementrian, di antaranya Kemenko PMK, Kementerian PP & PA dan Kominfo. Anwar Fuadi mewakili para Artis dan pegiat seni, Boy Rafli dari Kepolisian RI, Tokoh Perlindungan Anak, Pejabat Daerah serta beberapa perwakilan akademisi. Penerima Anugerah ini berjumlah 12 orang yang mewakili unsur individu dan lembaga, baik negara, pemerintah maupun masyarakat.

Berikut nama-nama penerima Anugerah Perlindungan Anak 2016:

1. Yasmin Azzahra, sebagai Teladan Anak Berprestasi. Meski menyandang disabilitas, namun tidak menghalanginya untuk berprestasi di dunia tulis menulis, serta menghasilkan buku-buku menginspirasi

2. Kak Awam sebagai Tokoh Perlindungan Anak Inovatif. Beliau adalah pendongeng anak dan pendiri Kampung Dongeng yang tersebar di seluruh Indonesia. 

3. Haryono Suyono sebagai Tokoh Peduli Hak Anak Sepanjang Masa. Sosok ini dikenal sangat konsisten dalam upaya penguatan ketahanan keluarga dari 1970-an hingga kini. Upayanya dilakukan lewat pos pemberdayaan keluarga (Posdaya) yang tersebar di seluruh Indonesia, dan kemitraannya dengan perguruan tinggi.

4. Netty Heryawan sebagai Tokoh Peduli Perlindungan Anak. Wanita sederhana ini adalah ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jawa Barat, yang sukses melakukan penanganan kasus anak, khususnya penanganan dan pencegahan kasus trafficking dan kekerasan anak.

5. Dompet Dhuafa (DD) sebagai Lembaga Peduli Perlindungan Anak. DD aktif menyelenggarakan program pemberdayaan dan pemenuhan hak anak, seperti layanan kesehatan anak cuma-cuma (LKC), layanan pendidikan anak Smart Exelencia, layanan sosial dan darurat bagi anak, juga advokasi hukum dan kampanye pencegahan kekerasan anak.

6. Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia  (LPPOM MUI) sebagai Lembaga Peduli Perlindungan Anak. LPPOM MUI sebagai lembaga pengkajian pangan halal, aktif menjamin pemenuhan hak anak untuk pangan halal, dan membangun literasi tentang pentingnya pangan sehat dan halal di sekolah-sekolah dengan melibatkan anak secara langsung.

7. PT Biofarma sebagai Badan Usaha Peduli Perlindungan Anak. Di tengah maraknya kasus vaksin palsu, Biofarma sebagai BUMN konsisten menjamin pemenuhan hak kesehatan anak dengan melakukan riset, memproduksi dan mendistribusikan vaksin yang aman dan berkualitas bagi anak.

8. Lembaga Swadaya LSM Sahabat Kapas Solo, sebagai Lembaga Pendamping Anak Inovatif. LSM Sahabat Kapas merupakan lembaga swadaya yang aktif mendampingi anak yang berhadapan dengan hukum di lembaga pemasyarakatan dengan memberikan pendidikan dan keterampilan sebagai bekal bagi anak dan ini dilakukan secara konsisten.

9. Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) DKI, sebagai Lembaga Layanan Perlindungan Anak Terpuji. P2TP2A DKI merupakan lembaga layanan perlindungan anak yang aktif mengadvokasi dan menangani kasus anak secara baik serta profesional.

10. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa sebagai Tokoh Pejabat Publik Ramah Anak. Mensos banyak melakukan terobosan dan kepeloporan dalam penyelenggaraan perlindungan anak, sangat responsif dalam penanganan kasus anak dan inovatif dalam program perlindungan anak, mulai dari penanganan anak jalanan, rehabilitasi untuk anak korban narkoba, anak korban terorisme dan penanggulangannya secara berkelanjutan.

11. Kabupaten Lampung Timur, sebagai Kabupaten Peduli Perlindungan Anak dengan inovasinya mengembangkan program desa ramah anak.

12. Kepolisian RI sebagai Lembaga Negara Peduli Perlindungan Anak. Polri banyak melakukan inovasi dalam penanganan kasus perlindungan anak, dengan penambahan jumlah penyidik khusus anak, pembangunan kapasitas dan kompetensi penyidik anak, fokus dalam rehabilitasi korban anak, hingga mengembangkan polisi sahabat anak.

“Pemberian anugerah ini sebagai  wujud apresiasi kepada pegiat perlindungan anak serta untuk memberi stimulasi dan dorongan mainstreaming kepada seluruh perlindungan anak di Indonesia,” papar Ketua KPAI Asrorun Niam Sholeh saat berbincang dengan Sarah Sechan.

Meski formal namun acara ini dikemas dengan asik oleh Sarah Sechan yang selalu tampil elegan ini. Selai itu Sarah Sechan Spesial juga dimeriahkan oleh beberapa talent seperti Rizky Febian, aksi dari para polisi cilik Kota Bekasi, kuartet Diatas Rata Rata serta tarian Saman. Dan pada kesempatan yang sama Kemkominfo meluncurkan beberapa buku tentang anak, salah satunya berjudul “Sehat Panganku Cerah Masa Depanku serta At Magical Indonesian Seas.” Kesemua buku tersebut ditulis oleh para pegawai Kemkominfo yang di pelopori oleh Siti Meiningsih, Direktur Pengolahan dan Penyediaan Informasi selaku direktur pelaksana serta Rosarita Niken Widiastuti, Direktur Jendral Informasi dan Komunikasi Publik selaku penanggungjawab redaksi.

Buku yang sangat menarik dan penuh edukasi, namun sayang tidak di diperjualbelikan secara umum. Buku tersebut hanya bisa diperoleh di Kemkoninfo dan akan didistribusikan ke berbagai perpustakaan diseluruhan wilayah Indonesia.

Selamat buat buat para pejuang dan aktivis perlindungan anak yang mendapatkan Award, serta sukses buat para penulis di Kemkominfo yang konsisten dengan buku berkualitasnya.

Bersama Sarah Sechan, Wisnu Hutama dan para tim penulis Kemkominfo

2 comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *