Ngetrip Cihuy Ke Lampung 

“Mia, loe jadi ikut ke Lampung, gak pake tapi-tapian,” tulis Bunca di wa.

Asli awalnya saya hoplles banget buat bisa ikut ngetrip awal tahun ini ke Lampung. Tau dong dilema emak-emak single parent. Hahaha … alesan banget deh.

Dan setelah melalui kegalauan dan drama yang panjang dan berliku akhirnya pada tanggal 20 Januari 2017 kemaren, untuk pertama kalinya di tahun ini, saya menginjakkan kaki di pelabuhan Bakauheni. 

Saya dan rombongan blogger Cihuy berangkat dari titik point, yaitu rumah Bunca di daerah Ciledug sekitar pukul setengah tiga pagi, nyampe di pelabuhan Merak sekitar pukul lima. Dan alhamdulillah antrian masuk ke kapal lancar. Untuk masuk ke pelabuhan dan menyeberang kita dikenakan tarif 700.000 karena kita memakai mobil elf yang biasa di pakai untuk travel. Wihhh lumayan mahal juga ya? Tapi kalau dihitung perorangan termasuk murah juga sih, 40.000 an perorang.

Untuk menyeberang dibutuhkan waktu sekitar 2 jam, jadi kita nyampe di pelabuhan Bakauheni sekitar pukul 7 pagi. Saya dan beberapa teman memilih selonjoran di dak paling atas, karena ingin melihat sunrise. Tapi buat yang tidak tahan angin bisa menempati ruangan vip atau ruang ekonomi dengan tarif antara 5000-8000 per orang. Dan ternyata untuk mencapai Bandar Lampungnya sendiri masih harus menghabiskan waktu sekitar 3 jam lagi. Ayo semangat pak sopir …

Pertama melihat wilayah Bakauheni yang tersirat di benakku adalah gersang dan sepi. Di perjalanan kita sempat mampir ke salah satu terminal untuk istirahat dan sarapan plus maksi. Di sini pun sama sepi. Aku lupa nama terminalnya. Karena waktu sudah semakin siang akhirnya kita memutuskan untuk langsung ke penginapan. Kami menginap di FLIP FLOP HOSTEL yang berlokasi di kawasan Antasari, Jl. Pulau Sebuku No. 9 Tanjung Baru – Kedamaian Bandar Lampung. 
Flip Flop Hostel bukanlah hotel berbintang, namun sangat nyaman dan strategis, harga kamar pun bersahabat. Mulai dari harga 100.000 per malam dengan ranjang ukuran king size sampai kamar dengan harga 180.000 per malam untuk dua orang. Karena kami rombongan, kami memilih kamar dengan penataan dormitory style, yakni satu kamar terdiri dari beberapa ranjang bertingkat. Harganya pun sangat cocok, yakni 80.000 per orang. Meski kamarnya bareng-bareng tapi suasananya nyaman dan hommy banget. Penataan ruangan yang minimalis namun modern menambah nilai plus hostel ini hingga bikin asyik buat posting foto di instagram.

Dan yang paling menyenangkan buat saya adalah adanya flamboyan cafe yang menyediakan aneka kopi khas lampung dan cafe Grany Nes yang menyediakan aneka makanan dan ice cream yang endes gandos. Cafe Flambojan ini memiliki kopi robusta yang enak banget bernama Sahaja. Kopi ini juara satu di Lacofest alias Lampung coffee festival.

Setelah istirahat dan berganti pakaian kami melanjutkan perjalanan ke daerah Muncak. Kata bang Indra, kalau ke Lampung gak ke Muncak itu gak ngehitz. :D:D 

Tunggu kisah selanjutnya ya.
Tertarik menginap di Flip Flop Hostel? Untuk pemesanan bisa menghubungi nomor berikut 081369240888 atau 0811252557. 

2 comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *