Soft Launching Marcha And Aunty 

Setelah sukses dengan Majoli Family, kini Yovita Lesmana kembali berkarya dan melebarkan sayap dibidang kreatif fashion dengan meluncurkan produk barunya yang diberi nama Marcha And Aunty.

Marcha & aunty lahir dari kolaborasi antara Marcha Sharapova Rusli, gadis cilik 10 tahun penggemar squishy dengan gayanya yang ceria dan Yovita Lesmana. Squishy adalah mainan genggam dengan tekstur empuk yang ketika ditekan bisa kembali ke bentuk semula itu, sedang digandrungi anak-anak. 

Hingga saat ini Marcha telah mengoleksi lebih dari 250 squishy. Selain memiliki gaya berpakaian yang imut dan ceria sesuai usianya, Marcha yang memiliki saudara kembar laki-laki, bernama Ingvar itu, juga hobi menggambar. 

Yovita menjelaskan, dirinya bertemu Marcha pada Desember lalu. Melihat keunikan dan sisi kreatif Marcha yang masih duduk di kelas 4 SD itu, dia tertarik mengajak gadis cilik itu untuk berkolaborasi membuat sebuah brand. Dan Marcha & Aunty ini merupakan sister brand dari Majoli Family. 

Keunikan dan sisi kreatif Marcha lah yang kini menjadi ciri khas busana-busana Marcha & Aunty, terutama ada pada warna yang cute dan soft, sesuai dengan warna-warna squishy.

“Mungkin banyak yang bertanya-tanya, apa mungkin anak 10 tahun bikin lini fashion? Pasti mamanya atau auntynya yang ngerjain. Tidak, peran Marcha banyak lho. Dia yang menentukan warna, desain, model baju, sampai peletakan ornamen pita di sebelah mana. Dia sangat detail,” papar Yovita dalam soft launching Marcha & Aunty di Artotel Thamrin, Sabtu, 11 Maret 2017.

“Aku paling suka loose dress, ditambah vest seperti ini. Warna favoritku putih, biru tosca, serta soft pink,” jelas Marcha. “Aku juga suka flower hair piece kayak yang aku pakai ini,” tambahnya dengan suara dan gaya imut-imut. Untuk sehari-hari, Marcha lebih suka mengenakan sneakers. 

Gambaran gaya berpakaian Marcha itu yang dituangkan dalam lini Marcha & Aunty. Ada basic item dan seasonal item. Material yang banyak digunakan adalah katun dan knit. Berpotongan loose yang nyaman untuk usia anak-anak yang aktif. Untuk detail dan koleksinya bisa dilihat di akun Instagram @marchaandaunty.

”Untuk sementara, targetnya anak perempuan mulai usia 2-10 tahun. Ada juga outfit yang senada dengan mommy. Tapi, bukan sama persis ya. Karena style untuk anak dan ortu nggak bisa disamakan,” terang Yovita. 

Sosok Marcha yang imut mencuat di media sosial Instagram dengan followers 30 ribu orang. Tak heran bila yang datang saat launching Marcha and Aunty kebanyakan para penggemarnya. Seperti yang dituturkan salah seorang ibu yang datang untuk mengantar anaknya.

“Anak saya ngefans banget sama Marcha, dia antusias banget buat datang ke acara ini.”

Namun meski dikenal luas lewat medsos, Marcha bukanlah anak yang addict terhadap gadget. Akun Instagram-nya dikelola oleh sang mama, Melissa Suherman. 

“Marcha aktivitas sehari-hari selain sekolah, dia les, belajar, dan main. Jadi, akun medsosnya memang saya yang handle,” tutur Melissa.

Mengenai dunia medsos dan anak, Yovita yang juga merupakan personality trainer mengutarakan pendapatnya, 

“Ada sisi positif dan negatif dari media sosial. Ketika orang tua bisa mendampingi anak untuk memanfaatkan medsos dengan tepat, maka akan menjadi hal positif. Anak Indonesia itu kreatif. Banyak yang bisa menuangkan idenya dengan berinteraksi di media sosial.”

Sekali lagi, dengan catatan, ortu harus mendampingi sehingga bisa memantau dan mengarahkan. Hal ini telah dicoba ketika mengadakan tantangan #marchasharapovabirthday 4 Maret lalu kepada para followersMarcha. Di situ terlihat kreativitas anak-anak. Ada yang membuat sketch, bikin video, menulis kata-kata. Mereka juga aktif bertanya dengan bahasa yang sesuai usia. Dan sepuluh orang dengan karya terkeren mendapat undangan eksklusif ke acara soft launching Marcha & Aunty hari ini. Soft launching juga berlanjut di Surabaya besok pada tanggal 12 Maret 2017.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *