Womanation Ajak Bangun Momen Hari Ibu Lewat “Udah Nelpon Nyokap?”

Berbicara tentang Ibu dan anak memang tidak akan pernah ada habisnya. Hampir setiap harinya selalu ditemukan hal-hal baru. Hal ini lah yang membuat Ibu jaman sekarang atau Ibu jaman now harus selalu up to date mengenai kebutuhan anak dan keluarga.

Mungkin pernah dengar atau mengalami sendiri bilang “Yang penting anak saya makan deh. Ibunyanya mah gak makan gak papa, yang penting anaknya gak kelaperan.”

Yup, semua orang tahu, Ibu adalah seseorang yang paling berjasa dalam hidup kita. Melalui Ibu, kita lahir dan bisa menikmati kehidupan sekarang. Ibu akan mengatakan beliau tidak butuh apa-apa sebagai balas jasa, selain perhatian dari anak-anaknya. Namun, jarak yang jauh dan kesibukan sehari-hari, maupun keruwetan hidup, membuat kita seringkali lupa untuk memberikan perhatian, lupa untuk menghubunginya, bahkan hanya untuk sekedar bertanya keadaan beliau saat ini.

Dalam rangka menyambut Hari Ibu yang saat ini merupakan momen spesial dan telah menjadi tren bagi kita semua dalam mengungkap kecintaan kepada ibu, Womanation pada tanggal 21 Desember 2017 mengadakan acara “Bincang-Bincang Nutrisi Buat Si Kecil”, di Eat and Eat FX Sudirman, dengan mengundang para narasumber yang kompeten di bidangnya, yaitu:
1. Myrna Soeryo selaku Chief Community Officer Womanation.
2. Harry Setiawan – Penggagas Udah Nelpon Nyokap?
3. Wailayati Ningsih – Senior Health and Nutrition Manager Danone Indonesia.
4. Ajeng Raviando – Psikolog
5. Aldis Ruslialdi – Nutritionis.

Womanation sebagai wadah komunitas perempuan di Indonesia yang memiliki 2000 anggota yang tersebar di Indonesia, dalam rangka hari ibu menggagas kampanye sosial “Udah Nelpon Nyokap?” Kampanye ini juga didukung oleh Danone Indonesia “Isi Piringku”. Melalui kegiatan ini Womanation ingin memberikan kontribusi yang lebih kepada para ibu melalui gerakan kampanye “udah nelpon nyokap belum hari ini?”

Udah Nelpon Nyokap? merupakan sebuah kampanye viral dan offline yang ditujukan untuk mengingat kembali betapa besarnya jasa ibu dalam kehidupan. Melalui gerakan sosial ini, Udah Nelpon Nyokap? ingin kembali menempatkan posisi ibu sebagai salah satu prioritas utama dalam keseharian, serta menjadikan menelpon ibu sebagai salah satu kegiatan yang tidak saja bersifat basa-basi, namun menggali sebuah ikatan yang lebih mendalam dan lebih mesra.

Myrna Soeryo selaku Chief Community Officer Womanation menjelaskan, “Womanation ingin memberikan apresiasi kepada para ibu yang telah berjasa dalam mendidik dan membesarkan anaknya. Hal ini sejalan dengan visi dan misi dari komunitas Womanation yaitu untuk menghargai dan memberdayakan perempuan sehingga memberikan kontribusi positif untuk bangsa. Dalam rangka hari Ibu, kami bekerjasama sebagai mitra kampanye “Udah Nelpon Nyokap?” di mana dari hal-hal kecil seperti menelpon ibu dan menanyakan kesehariannya di kala usia senja termasuk apa yang dimakannya dapat membantu mempererat tali kasih antara ibu dan anak”

Harry Setiawan – Penggagas Udah Nelpon Nyokap? mengajak para peserta yang hadir untuk sejenak merenung dan mengingat tentang ibu. Hemhhh, sedikit menguras emosi dan menimbulkan sedikit rasa bersalah karena dulu seringkali abai untuk dekat dengan mami.

“Jadi, gerakan kampanye ‘Udah Nelpon Nyokap?’ diharapkan bisa menjadi sebagai ‘pengingat’ untuk mereka yang ada di umur-umur akhir golongan milenial dan awal-awal Gen-X untuk terus menjaga kedekatan dan kehangatan hubungan mereka dengan ibu, sebagai tempat berbagi cerita, dengan terus menjaga komunikasi yang positif dan saling mengisi,” papar Harry.

Latar belakang dari kerjasama antara Udah Nelpon Nyokap? dengan Womanation dan Isi Piringku, ini, Harry menambahkan,”Menurut IPSOS – sebuah institusi riset pasar yang independen – selama tahun 2017 ini mengumpulkan temuan-temuan menarik seputar pandangan ibu-ibu di Indonesia terhadap kehidupan pribadi dan keluarganya, serta bagaimana mereka. Sebagian dari temuan itu menunjukkan bahwa kehidupan modern saat ini membuat para ibu harus siap untuk melakukan multi-tasking, dan menjalankan berbagai peran dalam kehidupan sehari-hari. Sebagian dari mereka masih tergantung pada keluarga inti dan lingkungan terdekatnya, yaitu orang tua atau mertua dalam hal merawat dan menjaga anak. Sedangkan untuk tetap berkomunikasi dengan anak ataupun keluarganya, ibu- ibu muda saat ini mengandalkan smartphone agar tetap memperoleh informasi dan berita terbaru, baik pengetahuan seputar parenting, kesehatan dan nutrisi anak, pendidikan dan lain-lain. Hal ini dilakukan sebagai tambahan informasi mengenai cara merawat dan mengasuh anak yang sudah diperoleh dari ibu atau ibu mertuanya.”

Wailayati Ningsih – Senior Health and Nutrition Manager Danone Indonesia menyampaikan “Setiap hari adalah hari yang pantas untuk menunjukkan kasih sayang terhadap ibu. Namun, tidak ada salahnya lebih mengistimewakan beliau di setiap hari Ibu, 22 Desember dengan menelpon beliau dan sekedar bertanya “Apa kabar Ibu hari ini? Apakah Ibu sudah makan? Apa lauknya tadi?” kalimat yang sama, yang dulu selalu beliau tanyakan kepada kita “kamu sudah makan nak? Makan apa tadi?”

Kalimat yang begitu indah penuh makna dan kasih sayang. Dulu ibu yang selalu sibuk menelpon kita dan menanyakan “apakah sudah makan atau belum?” dan sekarang giliran kita yang melakukan hal tersebut kepada ibu.

Raviando – Psikolog dan Aldis Ruslialdi – Nutritionis hadir untuk berdiskusi dalam pentingnya memahami perilaku dan asupan makanan orang-orang yang kita sayangi, terutama anggota keluarga terdekat.

Ajeng Raviando menyampaikan “Kita kerap kali baik disadari maupun tidak, sering menunjukkan rasa kasih sayang kita melalui makanan. Misalnya dengan cara memberikan makanan kegemaran ibu kita, memasak untuk ibu kita atau hanya sekedar menanyakan keseharian makanannya. Hal-hal ini mungkin tampak sepele namun dapat memberikan dampak psikologi yang positif bagi orang-orang yang yang kita sayangi.”

Anak yang juga merupakan anggota keluarga terdekat, sudah sepatutnya juga diperhatikan asupan makanannya. Dalam kesempatan tersebut Aldis Ruslialdi menjelaskan, “Pengenalan asupan nutrisi seimbang pada anak memang harus dimulai sejak dini. Karena nutrisi adalah sumber daya yang memungkinkan tubuh untuk berfungsi dengan baik dan menjaga tubuh agar tetap sehat. Dari mana nutrisi yang baik ini diperoleh? Ya dari berbagai makanan yang kita konsumsi, yang mengandung vitamin, lemak, protein, karbohidrat, sehingga semua manfaat baiknya bisa diserap oleh tubuh. Sebab, jika anak tidak bisa mendapatkan kebutuhan nutrisi yang baik, maka akan berpengaruh pada organ dalam tubuhnya. Kesehatan anak akan terganggu, mulai dari sistem kekebalan tubuh yang menurun hingga terganggunya perkembangan otak anak.”

Isi Piringku

Isi Piringku merupakan panduan konsumsi sehari-hari yang diluncurkan oleh Pemerintah untuk menggantikan slogan 4 Sehat 5 Sempurna. Mengingat asupan anak yang sehat berawal dari isi piring makanannya, maka asupan makanan anak dalam isi piring makannya harus terdiri dari 50% buah dan sayur, karbohidrat dan protein, dengan pembagian sepertiga lauk dan dua per tiga karbohidrat. Pedoman Makan dan Minum Sekali Saji untuk anak usia 4-6 tahun dapat membantu para orangtua terutama para Ibu dalam mempersiapkan makanan sehari-hari bagi anaknya.

Gerakan Isi Piringku, yang digagas oleh pemerintah, didukung secara aktif oleh Danone Indonesia karena sejalan dengan gerakan Alimentation Revolution atau Revolusi Pangan Danone, serta gerakan Udah Nelpon Nyokap? yang digagas oleh Womanation merupakan sinergi 3 kampanye yang diharapkan dapat menghasilkan nilai positif di masyarakat terutama dalam menyambut Hari Ibu.

Alimentation Revolution merupakan kampanye yang diinisiasi oleh Danone di seluruh dunia, dimana Danone mengajak seluruh bagian masyarakat agar melindungi dan menjaga kesehatan setiap orang sekaligus menjaga kesehatan planet bumi. Sebab apa yang saat ini kita makan dan minum akan menentukan masa depan bumi yang kita tinggali ini. Hal tersebut menjadi slogan Danone yang baru “One Planet, One Health”.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.